Friday, February 10, 2017

GELAP YANG MENJAWAB



Anggap saja aku malam, yang meniupkan perih jauh ke dalam rusukmu.
Mencumbui jalan pikiranmu, merasuki sela sela otakmu
Lalu  terlelap,

Mungkin aku memang tidak semewah senja, tiupanku tidak sesegar tiupan pagi.
Mungkin aku memang terlalu menyakitkan.

tapi,
Aku tidak akan pernah berhenti sampai kalian, manusia, mengerti jalan skenarionya.

Aku ada hanya sebagai renungan.

Aku akan tetap pada sebuah ego, menjadi apatis atas keluhanmu.

Lalu membiarkan kalian tetap terjaga, menghantui semuanya, sampai saatnya kalian mengerti, hidup bukan untuk terpaku pada satu titik.

Saat kau bergerak maju, saat itulah kita berdamai.

Berdamai dalam keegoan masing-masing.

1 comments:

Unknown said...

Karena kita tidak tahu Tuhan punya rencana apa dibalik semua cerita sekarang .. tunggu saja sampai tuhan menunjukkan maksud dari cerita yang terjadi saat ini ... semua yang indah semua yang sedih itu terjadi tanpa kesengajaan ..

Post a Comment

 
;